Tommy J Pisa Tentang Lagu Disini Dibatas Kota Ini

Bagi generasi masa kini, sebut saja generasi Z jika ditanya siapa Tommy J. Pisa, saya haqqul yaqin 100% dari mereka tidak akan tahu siapa beliau. Jangankan wajahnya, namanya saja terdengar asing di telinga mereka. Namun jika ditanya pernahkah mendengar lagu Disini Dibatas Kota Ini, saya lebih haqqul yaqin lagi mereka akan menjawab sangat tahu. 

Yang paling khas adalah naga4d rtp atau video rtp naga4d biasanya berlatar perjalanan naik bus. Dengan pemandangan pantai, jalan berkelok dengan tebing di kiri atau kanannya lagu ini seperti sudah menjadi hymne perusahaan bus saat sang supir melakukan perjalanan membawa penumpangnya. Syarat wajib layaknya minyak kayu putih dan Freshcare bagi yang suka mabokan.

Tommy J.Pisa sumber gambar: Smule.com

Fenomena generasi kekinian yang menyukai hal-hal serba lama dan vintage memang menarik. Semakin menarik, ketika lagu-lagu mewek mengandung bawang ini benar-benar mereka resapi sebagai soundtrack hidup mereka. Tema kegamangan hidup, quarter life crisis hingga mental health lengkap semakin terasa saat lagu ini didengarkan. 

Tommy J Pisa mengawali karier musik pada tahun 1985. Tak tanggung-tanggung di tahun pertamanya dia langsung menelurkan dua album, yaitu, Cinta & Harapan dan Biarkan Aku Menangis. 

Selama karier musiknya, Tommy menghasilkan 10 album musik dan dua single. Lagu Bandara Cinta dirilis 1993 merupakan single terakhir Tommy. 

Tommy J Pisa menikah dengan Maryani Yani pada 1983. Maryani meninggal dunia pada 6 November 2015 di usianya yang ke-51 tahun. Melalui akun Facebook Tommy J Pisa, diketahui penyanyi dan penulis lagu itu kini aktif dalam organisasi Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

Mereka yang duduk di akhir bangku SD, SMP, dan SMA dibuat gelisah oleh perubahan ketentuan ujian kelulusan serta kebijakan penerimaan siswa di sekolah baru. Sedangkan mereka yang baru saja lulus kuliah harus menerima realita pahit lapangan pekerjaan, yaitu perusahaan-perusahaan yang justru tengah merumahkan sebagian tenaga kerja mereka.

Terkesan cengeng ya generasi pandemi ini…tapi narasi kecengengan itu juga yang melahirkan mereka kreatif mengolah kecengengan tersebut. Tangis dan air mata serta narasi kata-kata senja jadi jualan untuk bisa masuk televisi dan akhirnya mendongkrak popularitasnya. 

Belum lagi tren fashion….ah makin panjang kalo dibahas karena di toko barang-barang fashion bekas yang biasanya disebut thrift shop fashion-fashion era 90-an dipajang beragam dengan harga “gorengan”nya yang mantap betul. Kita bahas lain waktu ya

Visits: 0